Namanya mudah diingat karena unik. Gidyon. Udah cuma itu. Pendeta kelahiran Malang itu adalah alumnus Fakultas Teologi UKDW-Yogya. Strata 1 (1991-1996) dan Strata 2 (Magister Ministry, selesai tahunn 2010). Gidyon menjalani proses kependetaan di GKI Gresik. 8 Februari 1998 diteguhkan sebagai Penatua Tugas Khusus dan ditahbiskan ke dalam jabatan pelayanan selaku pendeta pada 26 Juli 1999. Cinta antara Pdt. Gidyon dan Jemaat GKI Gresik begitu mendalam, buktinya sampai saat ini Pdt.Gidyon masihmelayani di GKI Gresik.
Ia menikah dengan Dina Juristiati pada tanggal 15 Oktober 2001. Ibu Dina tidak punya saingan di dalam keluarga, tetap yang paling cantik. karena mereka dikaruniai 2 orang anak, lanang kabeh. Yang pertama Yosua Satria Bara Harmoni dan yang kedua Teofilus Satria Rada Insani.
Pdt. Gidyon berbagi cerita: ”Dalam nyanyian NKB 204 bait 2 tertulis, "Hidupmu kitab terbuka dibaca sesamamu; apakah tiap pembacanya melihat Yesus dalammu”. Seringkali kita tidak menyadari bahwa tanpa kita berkata-kata orang membaca sesuatu lewat hidup kita.
Pernah saya menjadi wakil ketua RT dan menjelang hari raya Idul Fitri saya ke rumah pak RT untuk membicarakan keamanan lingkungan saat pada mudik. Dalam percakapan itu saya tidak lupa satu hal yang dikatakan pak ketua RT. "Pak Gidyon saya iri sama orang Kristen". Lalu saya tanya iri terhadap apa Pak? Lalu dia katakan, "orang Kristen itu kalau memberi tulus.”
Ingat... hidupmu kitab terbuka.”
Pdt. Gidyon dari GKI Gresik kembali menemani kita dalam SG-GKI hari Kamis, 21 Mei 2026. (Awalan dari catatan terdahulu disunting oleh Ronny N., sharing Pdt. Gidyon, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
