Sapaan Gembala - Belajarlah Kepada Semut

Sabtu, 02 Mei 2026 oleh Pdt.Em Harianto Suryadi

Pendeta yang satu ini masuk kelompok ”AsNaWi”, Asli Cina Betawi. Dia lahir dan besar di kota Jakarta. Terlahir dengan nama Kwee Nan Kian pada 25 November 1959. Entah dapat wangsit dari mana namanya berganti menjadi Harianto Suryadi.

Harianto menempuh pendidikan teologi di beberapa tempat:
1981-1986, SAAT Malang (B,Th)
1988-1989, STT Jaffray, (S.Th)
1997-1999, Institut Filsafat Teologi dan Kepemimpin Jaffray (M.Div.)
2007-2009, Institut Filsafat Teologi dan Kepemimpin Jaffray (M.Th.)

Ia menjalani proses kependetaan di GKI Bungur yang terhisab dalam GKI Klasis Priangan. Harianto diteguhkan ke dalam jabatan Tua-Tua Khusus pada 15 Mei 1988, dan ditahbiskan ke dalam jabatan pendeta di GKI Bungur pada 29 Juni 1992. Ketika GKI Bungur mengembangkan pelayanan dengan membuka Pos di Harapan Indah Pdt Harianto Suryadi diberi tanggung jawab menjadi koordinator. 
Akhirnya tanggal 18 Oktober 1999, Bakal Jemaat yang baru berusia satu setengah tahun ini didewasakan menjadi GKI Harapan Indah. Satu paket dengan pelembagaan GKI Harapan Indah adalah peneguhan Pdt. Harianto Suryadi menjadi pendeta GKI dengan basis pelayanan Jemaay GKi Harapan Indah. (Jangan tanya “Koq bisa?”, pokoknya zaman itu bisa)

Pdt. Harianto menikah dengan Jenny Atmadja (entah kapan, entah di mana) yang pasti mereka sudah berkembang biak dengan 2 orang anak, 2 orang menantu dan 3 orang cucu. Pdt. Harianto Suryadi diemeritasikan di GKI Harapan Indah pada 25 November 2024.

Mari sambut sapaan mboksu Kwee alias Guo mushi alias Pdt.Em. Harianto Suryadi dalam SG-GKI hari Sabtu, 2 Mei 2026.
(Pengantar oleh Ronny N, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)