Kali ini wawasan kita diperkaya dengan riwayat singkat salah satu Jemaat GKI, yaitu GKI Anugerah.
Ini catatan yang diberikan oleh Pdt. Cenglyson Tjajadi yang akan menyapa kita dalam SG-GKI hari Selasa 10 Februari 2026.
Berbicara mengenai asal-usul GKI Anugerah Bandung, tidak dapat dilepaskan dari keterkaitannya dengan THKTKH Bandung (Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee), yang sekarang dikenal sebagai GKI Kebonjati. Di dalam tubuh THKTKH Bandung terdapat kelompok orang Kristen dari kalangan Tionghoa Totok, yang terbagi dalam kelompok dialek Hokchia dan Hokkien. Karena kerinduan untuk beribadah dalam bahasa ibu masing-masing, pada 8 Desember 1949 mereka mendirikan Stichting Chinese Christian Church (CCC).
Dalam perkembangannya, jemaat berdialek Hokchia kemudian menjadi GKI Anugerah, sementara jemaat berdialek Hokkien berkembang menjadi GKI Hok Im Tong (yang sekarang dikenal sebagai GII Hok Im Tong). Pada 2 Desember 1958, jemaat ini bergabung dengan Sinode GKI Jawa Barat, namun tetap menggunakan nama Chinese Christian Church. Selama hampir 20 tahun, jemaat berpindah-pindah tempat ibadah dengan meminjam gedung gereja lain. Tuhan kemudian melimpahkan anugerah-Nya. Pada Juni 1968, jemaat berhasil membeli sebidang tanah dan bangunan di Gang Irsad No. 5, Bandung. Sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan tersebut, jemaat mengganti nama menjadi GKI Anugerah. Pada 1 Agustus 1969, dilakukan peletakan batu pertama sebagai awal renovasi total bangunan menjadi gedung gereja. Renovasi ini rampung dan gedung GKI Anugerah diresmikan pada 10 Juni 1970.
Tahun 2002, tempat ibadah GKI Anugerah diperluas hingga menempati alamat saat ini di Jl. Jenderal Sudirman No. 193–197, Bandung. Pada 13 Agustus 1970, dalam Persidangan Majelis Sinode GKI Jawa Barat yang diselenggarakan di Jemaat GKI Anugerah Bandung, dibentuklah GKI Klasis Priangan. GKI Anugerah menjadi salah satu dari enam jemaat pertama berlatar belakang Mandarin di Klasis Priangan. Tuhan juga memperluas pelayanan GKI Anugerah di bidang pendidikan melalui pendirian Sekolah Kristen Gamaliel, yang kini berkembang dari jenjang prasekolah hingga SMA. Saat ini, GKI Anugerah menaungi 2 Bajem dan 1 PosJem: GKI Anugerah Bajem TKI, GKI Anugerah Bajem Sutami, Pos Jemaat Sumedang.
Sebagai jemaat dalam lingkup GKI Klasis Priangan, GKI Anugerah memiliki keunikan dengan tetap menyelenggarakan Kebaktian Dwi Bahasa (Mandarin–Indonesia), sebagai wujud warisan sejarah dan jembatan antar generasi. Berlokasi di pusat kota Bandung, GKI Anugerah berada dekat kawasan kuliner legendaris Cibadak dan Sudirman Street, sehingga hadir di tengah dinamika kehidupan kota yang majemuk.
Jumlah anggota jemaat GKI Anugerah saat ini tercatat sekitar 3.000 orang, dengan rata-rata kehadiran dalam kebaktian mingguan sekitar 1.500 orang.
(Pengantar dari catatan Pdt. Cenglyson, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
