Nama panggilannya Vesti, panggilan yang tidak ada hubungan dengan nama lengkapnya, yaitu Karsten Anyndia Putrikasih. Alumnus Fak Teologi UKDW - Yogya ini ditahbiskan sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan Jemaat GKI Purbalingga pada tanggal 24 Januari 2024.
Pdt Karsten berbagi cerita: ”Kamu melayani di mana? Oh di Probolinggo ya? Dekat dong dengan Wisata Bromo? Dekat juga dong dengan daerah asal (baca: Madiun)?”
Begitulah pertanyaan yang sering saya jumpai. Sampai saat ini saya melayani di Jemaat GKI Purbalingga. Purbalingga dan Probolinggo adalah dua daerah yang berbeda. Yang satu (Purbalingga) terletak di provinsi Jawa Tengah, sementara yang lain (Probolinggo) terletak di provinsi Jawa Timur. Walau namanya hampir mirip, ada satu makanan yang disajikan secara berbeda yaitu soto. Kalau di Purbalingga Saudara akan lebih mudah menemukan soto dengan kuah yang agak keruh karena dibumbui dengan kacang, sementara di Probolinggo (tampaknya) kuahnya lebih bening kekuningan. Semuanya sama-sama enak, walaupun bagi saya yang berasal dari Jawa Timur ini sempat tidak biasa dengan soto di Purbalingga yang sering disebut sroto ini. Namun, lama-lama, ternyata rasa soto itu bisa dirindukan. Unik ya?
Dari sini pun kita bisa melihat: jika lidah saja bisa belajar menikmati rasa yang baru atau berbeda, mengapa diri kita tidak selalu begitu? Tuhan memanggil kita untuk memperluas hati supaya mengasihi lebih banyak orang, dengan cara yang lebih luas. Namun, sekarang bergantung pada kita: maukah kita mengasihi bahkan dengan cara yang berbeda? Termasuk dalam arti, maukah kita tetap mengasihi sekalipun kita diabaikan, ditolak, dikecewakan, atau dilukai? Mari bersama belajar dari Kisah "Kasih yang Berlutut" dalam Sapaan Gembala hari ini.”
Pdt. Karsten Anyndia Putrikasih kembali menyapa kita dalam SG-GKI tanggal 2 April 2026, bertepatan dengan ibadah Kamis Putih.
(Awalan dari catatan terdahulu yang disunting oleh Ronny N., sharing Pdt. Karsten alias Vesti, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
