Dalam SG-GKI hari Rabu 1 April 2026 yang akan menyapa kita adalah Pdt.Em. S.L.Suryodinoto. Kenal? Asing?
Kalau Pdt.Em. Samuel Lie S.? Saya kenal dia sudah puluhan tahun, tapi saya juga baru belakangan tahu kalau namanya pakai Suryodinoto. Samuel Lie dilahirkan di Magelang, 2 Februari 1963 dalam keluarga pasutri Lie Siauw Bing dan Elly Ong Lie Nio (keduanya sudah meninggal). Mengapa diberi nama Samuel? Ini cerita Sam: ”Ketika ibunda mengandung, ia mengalami kesulitan untuk melahirkan (kepala bayi terlilit placenta). Lalu ayahanda bernazar: jika anak lahir dengan selamat akan dipersembahkan kepada Tuhan untuk jadi hambaNya. Dan ternyata, atas doa dari alm. Pdt Samuel Dharmaatmadja (Nyo Liang Sing) — _nah Samuel lagi_ —, bayi itu bisa lahir dengan selamat dan karena itu diberi nama “Samuel”.
Tanggal 17 September 1989 Sam diteguhkan sebagai Tua-Tua Khusus (istilah untuk Penatua Calon Pendeta sesuai Tager-Tatib GKI Jabar masa itu) di GKI Pinangsia. Kemudian ia mutasi ke GKI Surya Utama pada tanggal 23 Oktober 1994 dan ditahbiskan sebagai Pendeta dengan basis Pelayanan di GKI Surya Utama pada tanggal 29 juli 1996. Pdt. Samuel Lie memulai pelayanannya di GKI Layur pada tanggal 22 Mei 2006 sampai diemeritasikan di sana pada tanggal 5 Februari 2023.
(Rekaman ini dibuat disela kegiatan Konven Pendeta Emeritus GKI tanggal 24-26 Februari 2026 lalu). (Pengantar dari catatan terdahulu disunting oleh Ronny N, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
